Selasa, 16 Maret 2010

PERKEMBANGAN MASA DEWASA AWAL

A. Perkembangan Fisik

1. Transmisi dari Masa Remaja Menuju Masa Dewasa

Transmisi anak dari masa remaja menuju masa dewasa di awali dengan masa muda dan criteria untuk menjadi dewasa. Masa muda (youth) adalah istilah ahli sosiologi Kenneth Kenniston untuk periode transisi antara masa remaja dan masa dewasa yang merupakan masa perpanjangan kondisi ekonomi dan pribadi yang sementara.

Dua criteria yang diajukan untuk menunjukkan akhir masa muda dan permulaan dari masa dewasa awal adalah kemandirian ekonomi dan kemandirian dalam membuat keputusan. Mungkin yang paling luas diakui sebagai tanda memasuki masa dewasa-adalah ketika seseorang mendapatkan pekerjaan penuh waktu yang kurang lebih tetap. Factor pendidikan juga mempengaruhi hasil kerja seseorang dan pekerjaan yang didapatnya. Mendapatkan kemandirian ekonomi terlepas dari orang tua berlangsung secara bertahap, dan bukan proses yang tiba-tiba. Tidak aneh menemukan lulusan universitas yang memperoleh pekerjaan dan tetap tinggal atau kembali tinggal serumah dengan orangtuanya, terutama dalam iklim ekonomi dewasa ini.

Kemampuan untuk membuat keputusan adalah cirri lain yang tidak sepenuhnya terbangun pada kaum muda. Yang dimaksud disini adalah pembuat keputusan secara luas tentang karir, nilai-nilai, keluarga dan hubungan, serta tentang gaya hidup. Pada waktu muda, seseorang mungkin mencoba banyak peran yang berbeda, mencari karir alternative, berpikir tentang gaya hidupdan mempertimbangkan berbagai hubungan yang ada. Individu yang beranjak dewasa biasanya membuat keputusan tentang hal-hal ini, terutama dalam bidang gaya hidup dan karir.

2. Perkembangan Fisik

a. Puncak dan penurunan kemampuan fisik

Tercapainya kekuatan dan kecepatan puncak terjadi relative lebih awal, dibandingkan dengan tercapainya keterampilan motorik dan kognitif yang beragam. Meskipun demikian, dalam beberapa tahun ini sudut pandang biologis terhadap kemampuan puncak telah diperluas untuk beberapa kasus individual.

Kita tidak hanya mencapai puncak kemampuan fisik kita pada awal masa dewasa, dalam masa ini kita juga dalam kondisi yang paling sehat. Hanya sedikit orang dewasa muda yang memiliki masalah kesehatan kronis, dan mereka mengalami flu dan masalah pernapasan yang lebih sedikit dibandingkan pada saat mereka anak-anak.

Ketika seorang individu berpindah dari masa remaja menuju masa dewasa awal, mereka seringkali meningkatkan penggunaan obat-obatan. Pada masa dewasa awal, beberapa individu berhenti berpikir tentang bagaimana gaya hidup pribadi akan mempengaruhi kesehatan mereka selanjutnya pada kehidupan dewasa. Sebagai seorang dewasa yang masih muda, banyak dari kita membangun sebuah pola seperti tidak sarapan, tidak makan makanan secara teratur, dan menggantungkan diri pada makanan kecil sebagai sumber makanan utama dalam sehari, makan secara berlebihan sampai kita melampaui berat normal untuk umur kita, merokok dalam taraf sedang atau berlebih, minum minuman keras dalam taraf sedang aau berlebih, tidak berolahraga, dan tidur dengan waktu yang sedikit tiap malam. Gaya hidup pribadi yang buruk ini berhubungan dengan kondisi kesehatan yang buruk.

Terdapat beberap bahaya yang tersembunyi dalam masa puncak kemampuan dan kesehatan pada masa awal dewasa. Pada saat kaum dewasa awal dapat menggunakan sumber daya fisik untuk banyak kesenangan, ditambah kenyataan bahwa seringkali mereka pulih dengan mudah dari stress fisik dan cidera, menjadikan mereka memaksa tubuh terlalu jauh. Akibat negative dari penyalahgunaan tubuh seseorang mungkin tidak terlihat pada permulaan masa dewasa awal, tetapi nantinya mungkin muncul pada masa dewasa awal lebih lanjut atau pada pertengahan masa dewasa.

Kondisi kesehatan kaum muda dapat ditingkatkan dengan mengurangi gaya hidup yang merusak kesehatan, seperti makan terlalu banyak, dan engan menerapkan gaya hidup yang meningkatkan kesehatan yang mencakup nutrisi yang baik dan olah raga.

b. Nutrisi dan perilaku makan

Yang pertama akan kita bahas adalah tentang kelebihan berat badan. Memahami masalah berat badan adalah rumit, karena berat badan melibatkan warisan genetic, mekanisme fisiologis, factor kognitif dan pengaruh lingkungan (Brownell,1991), dahulu, komponen genetic dianggap tidak berpengaruh oleh para ilmuan; temuan penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa beberapa individu mewarisi kecenderungan kelebihan berat badan.

Jumlah lemak yang tersimpan dalam tubuh adalah factor penting yang merupakan titik acuan, yaitu berat badan tetap pada waktu tidak ada upaya untuk menambah atau mengurangi berat. Ahli kesehatan juga menyimpulkan bahwa tingkat metabolism penting untuk diperhitungkan dalam usaha memahami masalah berat badan. Basal metabolism rate (BMR) adalah jumlah energy minimum yang digunakan seorang individu pada saat istirahat.

Amphetamin banyak digunakan oleh pelaku diet karena menghilangkan nafsu makan. Pengurangan berat badan dengan amphetamine biasanya berlangsung dalam waktu singkat, dan seringkali memiliki efek samping yang merugikan, seperti meningkatkan tekanan darah dan kemungkinan kecanduan.

Olahraga adalah alternative yang lebih menarik daripada obat penurun badan seperti amphetamine. Olahraga tidak hanya membakar kalori tetapi juga meninkatkan metabolism. Oleh karena itu, yng penting untuk diingat, agar berhasil mengontrol berat badan adalah: (1) jangan melakukan diet, tetapi ubahlah kebiasaan agar berat turun perlahan dan stabil kurang dari sat upon seminggu;(2) makan lebih sedikit kalori dan terutama lebih sedikit lemaknya;(3) menambah olahraga secara teratur.

c. Olah raga

Aerobic adalah olah raga yang mempertahankan gerakan berulang-ulang, berenang, atau berspeda, sebagai contoh-yang menstimulasi aktivitas jantung dan paru-paru (Cooper,1970). Penelitian tentang akibat olah raga pada kesehatan telah difokuskan terutama pada pencegahan penyakit jantung. Risiko serangan jantung juga dapat dikurangi sebanyak kurang lebih sepertiga dalam periode 7 tahun dengan olah raga tingkat sedang seperti jalan cepat dan berkebun.

Penelitian tentang manfaat olah raga menunjukkan baik kegiatan yang intensif maupun yang sedang menghasilkan keuntungan fisik dan psikologis (Brown,1991;Plante & Rodin,1990).

d. Ketergantungan dan pemulihan

Semua orang dapat membentuk ketergantungan pada banyak hal, tetapi ketergantungan pada obat-obatan terlarang adalah ketergantungan yang paling menonjol dan menyimpang. Dalam hal ini, ketergantungan adalah ketergantungan fisik pada suatu obat. Penarikan diri adalah rasa sakit yang tidak diinginkan dan ketagihan yang dialami oleh penderita ketergantungan pada saat obat-obatan yang dibutuhkan tidak ada. Ketergantungan psikologis adalah kebutuhan untuk menggunakan obat-obatan untuk mengatasi masalah dan stress. Baik dalam ketergantungan fisik dan psikologis, obat-obatan psikoaktif(semua obat yang mempengaruhi system syaraf untuk mengubah kondisi kesadaran, mengubah persepsi, dan mengubah suasana hati)berperan secara kuat, biasanya merusak hidup si pengguna.

Alcohol adalah obat psikoaktif yang paling luas digunakan, meskipun perhatian terhadap penyalahgunaan kokain meningkat pada tahun-tahun belakangan. Pengaruh alcohol terhadap tubuh terutama sebagai suatu depresan dan memperlambat kegiatan otak. Ketika orang meminum alcohol berlebih, rasa malu menjadi berkurang lebih banyak dan keputusan mereka semakin tidak sempurna. Alkoholisme cenderung meurun dalam keluarga. Kenyataan ini mendorong pra peneliti mempelajari pengaruh penting factor keturunan dalam alkohoisme (Prescott dkk.,1994;Schuckit,1994).

3. Seksualitas dan AIDS

v Sikap dan perilaku seksualitas

a. Sikap dan perilaku heteroseksual

Dua aspek dari sikap dan perilaku heteroseksual yang penting untuk dipertimbangkan adalah standar ganda dan hakekat seks di luar nikah. Manifestasi dari standar ganda adalah kepercayaan yang salah yang menyatakan bahwa adalah salah bagi perempuan untuk merencanakan hubungan seksual (dengan menggunakan alat kontrasepsi) tetapi diperbolehkan bagi mereka untuk terhanyut oleh gairah sesaat.

Standar ganda juga terjadi dalam hubungn di luar nikah, meskipun tidak seluas dalam tahun-taun sebelumnya.

b. Sikap dan perilaku homoseksual

Orientasi seksual individu-heteroseksual maupun homoseksual tampaknya lebih banyak ditentukan oleh kombinasi antara factor genetic, hormonal, kognitif, dan lingkungan (McWhirter, Reinisch & Sanders, 1989; Money, 1987; Savin-Williams &Rodriguez, 1993; Whitman, Diamond & Martin,1993). Sebagian besar ahli dalam hal homoseksualitas percaya bahwa tidak ada factor tunggal yang menyebabkan homoseksualitas dan bobot relative masing-masing factor berbeda-beda dari satu individu ke individu yang lain. Satu dari factor biologis yang dipercaya berpengaruh dalam homoseksualitas adalah keadaan hormone prenatal (Ellis & Ames,1987).

Bagi perempuan lesbian atau laki-laki gay, membangun identitas bicultural menciptakan jalan baru untuk mendefinisikan diri mereka. Perhatian khusus pada kehidupan gay dan lesbian adalah bias dan diskriminasi yang mereka hadapi.

v AIDS

AIDS adalah suatu penakit menular seksual yang disebabkan oleh virus, human immunodeficiency virus (HIV), yang menghancurkan system ketahanan tubuh. Setelah terjangkit HIV, individu akan menjadi rentan terhadap kuman yang biasanya dapat dihancurkan oleh system kekebalan tubuh yang normal. HIV pertama kali dikenal di Amerika Serikat pada tahun 1981.

Para ahli menyatakan bahwa AIDS hanya dapat ditularkan melalui hubungan seksual, penggunaan jarum suntik bersama, atau transfuse darah. Meskipun 90 % dari semua kasus AIDS terjadi diantara laki-laki homoseksual dan penggunaan obat-obatan terlarang yang menyuntikkannya dalam pembuluh darah, baru-baru ini tercatatadanya peninkatan yang tidak proporsional diantara para perempuan yang memiliki pasangan heteroseksual laki-laki biseksual dan penggunaan obat-obatan terlarang yang menyuntikkannya kedalam pembuluh darah. Peningkatan ini menunjukkan bahwa risiko tertular AIDS mungkin meningkat diantara individu heteroseksual yang memiliki banyak pasangan seks (Boyer & Hein,1991; Krijnen, van den hoek & Coutinho,1994).

Siapapun yang aktif secara seksual atau yang menyuntikkan obat-obatan kedala pembuluh darah berisiko terinfeksi. Tidak seorangpun kebal. Sekali seseorang terinfeksi, prognosisnya adalah terserang dan meninggal. Satu-satunya perilaku yang aman adalah tidak melakukan hubungan seks, namun hal ini tidak dipandang sebagai pilihan bagi sebagian besar individu. Selain tidak melakukan hubungan seksual, cara lain yang lebih aman adalah melakukan hubungan seksual dengan menggunakan kondom (Cox,1994).

Pada fase pertama dari penyakit tersebut-HIV+ dan asimptotamik- individu tidak menunjukkan tanda-tanda terserang penyakit AIDS tetapi dapat menularkan penyakit tersebut. Pada fase 2-HIV+ simptomatik- jumlah yang tidak diketahui yang terkena penularan diam-diam menunjukkan gejala-gejala penyakit, diantaranya membengkaknya kelenjar getah bening, kelelahan, hilangnya berat tubuh, diare, demam, dan berkeringat. Banyak yang menderita HIV+ dan simptomatik berlanjut ke fase terakhir-AIDS. Seseorang dengan AIDS memiliki gejala AIDS ditambah satu atau dua gejala penyakit, seperti pneumonia, yang akan sangat fatal bagi pasien AIDS karena kerentanan system kekebalan tubuh mereka. Meskipun tidak ada pengobatan yang diketahuiuntuk AIDS, beberapa obat telah di uji coba, termasuk AZT, atau zidovudine, disetujui oleh FDA untuk mengobati symptom AIDS di tahun 1987.

B. Perkembangan Kognitif

1. Fase-fase kognitif

Di dalam perkembangan kognitif, ada beberapa macam fase menurut Schaie, yaitu:

a Fase mencapai prestasi (achieving stage) adalah fase dimasa dewasa awal yang menurut Schaie (1977), melibatkan penerapan intelektualitas pada situasi yang memiliki konsekuensi besar dalam mencapai tujuan jangka panjang, seperti pencapaian karir dan pengetahuan.

b Fase tanggung jawab (the responsibility stage) adalah fase yang terjadi ketika keluarga terbentuk dan perhatian diberikan pada keperluan-keperluan pasangan dan keturunan.

c Fase eksekutif (the executive stage)adalah fase yang dinyatakan oleh Schaie terjadi di masa dewasa tengah, dimana seseorang bertanggung jawab kepada system kemasyarakatan dan organisasi sosial (pemerintah atau perusahaan, misalnya). Dalam fase eksekutif individu membangun pemahaman tentang bagaimana organisasi sosial bekerja dan berbagai hubungan kompleks yang timbul didalamnya.

d Fase reintegratif (the reintegrative stage), yang terjadi pada bagian akhir masa dewasa, adalah fase terakhir yang disebutkan oleh Schaie, dimana orang dewasa yang lebih tua memilih untuk memfokuskan tenaga mereka pada tugas dan kegiatan yang bermakna bagi mereka.

2. Kreatifitas

Beberapa tokoh yang mempunyai daya kreatifitas yang tinggi, diantaranya adalah:

a Thomas Alfa Edison menemukan fonograf pada usia 30-an tahun;

b Hans Christian Andersen menulis kumpulan cerita dongeng pertamanya;

c Mozart menciptakan komposisi the marriage of Figaro.

Dalam beberapa penelitian, kualitas produktifitas orang dewasa yang terkenal mencapai puncak tertinggi pada usia 30 tahun; hampir 80% sumbangan kreatif terpenting diselesaikan pada usia 50 tahun (Dennis,1966; ehman,1960). Titik pada perkembangan orang dewasa dimana kreativitas memuncak berbeda dari disiplin yang satu ke disiplin yang lain. Dalam humaniora, pada usia tujuh puluhan kreativitas sama dengan pada usia empat puluhan. Namun, ilmuan dan seniman mulai menunjukkan penurunan kreativitas pada usia lima puluhan. Pada semua contoh, usia dua puluhan adalah decade dengan produktivitas terendah dalam masalah kreativitas. Ada beberapa perkecualian, tentu saja. Dalam sains,Bejamin Duggar menemukan antibiotic auremycin ketika dia berusia 72 tahun. Makalah utama pertama dari pemenang nobel dipublikasikan rata-rata pada usia 25 tahun. Namun semua penerima nobel yang melewati usia 70 tahun, terus-menerus mempublikasikan makalah-makalah ilmiah dalam jurnal-jurnal.

3. Karir dan Pekerjaan

a. Teori-teori perkembangan karir

Tiga teori pokok yang menggambarkan cara individu membuat pilihan menyangkut karir adala:

1) Teori perkembangan Ginzberg

Teori perkembangan dari pemilihan karir adalah pandangan Eli Ginzberg yang menyebutkan bahwa individu melalui tiga fase pemilihan karir-fantasi, tentative, dan realistic (Ginzberg dkk,1951). Pada masa anak-anak, masa depan tampaknya memiliki kesempatan yang tak terbatas.Ginzberg berpendapat bahwa sampai umur kurang dari 11 tahun, anak-anak masih berada dalam fase fantasi dari pemilihan karir. Mulai umur 11-17 tahun, remaja berada dalam fase tentative dalam pemilihan karir, sebuah transisi dari fase fantasi pada masa anak-anak menuju pengambilan keputusan yang realistic pada masa dewasa muda. Perubahan cara beripikir dari yang subjektif menjadi pemilihan karir yang lebih realistic terjadi pada sekitar usia 17 hingga 18 tahun. periode dari 17-18 tahun hingga 20-an tahun disebut Ginzberg fase realistic dari pemilihan karir.

2) Teori konsep diri Super

Teori konsep diri tentang karir adalah pandangan Donald Super bahwa konsep diri individu memainkan peran pokok dalam pemilihan karir. Super percaya banyak perubahan perkembangan dalam konsep diri tentang pekerjaan terjadi pada waktu remaja dan dewasa muda (Super,1967,1976). Pertama, pada usia 14 sampai 18 tahun, remaja mengembangkan gagasan tentang bekerja yang berhubungan dengan konsep diri global yang sudah mereka miliki-fase ini disebut kristalisasi. Antara usia 18 dan 22 tahun, mereka mempersempit pemilihan karir dan memulai perilaku yang memungkinkan mereka memasuki beberapa tipe karir-fase ini disebu pengkhususan. Antara usia 21 dan 24 tahun, orang dewasa muda menyelesaikan pendidikan dan pelatihan mereka dan memasuki dunia kerja-fase ini disebut implimintasi. Keputusan untuk memilih dan cocok dengan karir tertentu dibuat antara usia 25 dan 35 tahun-fase ini disebut stabilisasi. Dan akhirnya setela usia 35 tahun, individu berusaha memajukan karir dan mencapai statusnya yang lebih tinggi-fase ini disebut konsolidasi. Super percaya bahwa eksploasi karir pada masa remaja adalah unsure kunci dari konsep diri tentang karir pada remaja.

3) Teori tipe kepribadian Holland

Teori tipe kepribadian adalah pandangan ahli teori pekerjaan, John Holland (1973,1987), yaitu bahwa pening membangun keterkaitan atau kecocokan antara tipe kepribadian individu dan pemilihan karir tertentu. Holland percaya bahwa ketika individu menemukan karir yang cocok dengan kepribadiannya, mereka lebih mungkin menikmati pekerjaan dan bertahan dengan pekerjaannya lebih lama daripada rekan mereka yang bekerja pada pekerjaan yang tidak cocok dengan kepriadian mereka. Holland mengajukan enam tipe kepribadian dasar yang berhubungan dengan karir, yaitu:(1) realistic; (2)investigative; (3)artistic; (4) sosial; (5) wiraswasta; (6) konvensional.

b. Eksplorasi, perencanaan, dan pengambilan keputusan

Pada beberapa bagian akhir masa remaja atau permulaan masa dewasa awal, sebagian individu memasuki beberapa tipe pekerjaan. Eksplorasi pada banyak pilihan karir banyak direkomendasikan oleh penasehat karir. Individu sering mendekati eksplorasi karir dan pengambilan keputusan dalam ambiguitas, ketidakpastian, dan stress (Lock,1988).

Memprediksi pemilihan karir dan membimbing individu menuju pekerjaan yang berharga adalah tugas yang rumit (Vondracek,1991). Pada beberapa tahun pertama di Universitas, sebagian besar mahasiswa tidak dapat secara akurat meencanakan jalur karir mereka dimasa dewasa. Banyak mahasiswa yang mengubah bidang minatnya ketika masih di universitas, menyadari bahwa pekerjaan setelah kuliah tidak langsung berhubungan dengan bidang utama mereka di universitas, dan mengubah karir dimasa dewasa (Rothstein,1980).

c. Gambaran nyata tentang pekerjaan

Siklus pekerjaan memiliki empat fase utama; seleksi dan masuk kerja, penyesuaian diri, pemeliharaan, dan pensiun. Disini lebih memusatkan pada dua fase pertama yang terjadi terutama dimasa dewasa awal, yaitu seleksi dan masuk kerja, dan penyesuaian diri.

Memasuki sebuah pekerjaan menandakan dimulainya peran dan tanggungjawab baru bagi individu. Peran karir berbeda dengan peran yang mungkin dimiliki individu sebagai seorang pekerja sementara atau paruh waktu saat remaja. Tuntutan peran karir terhadap kompetensi sangat tinggi dan permintaan adalah nyata bagi orang dewasa muda.

Penyesuaian adalah istilah kunci pada bagian kedua dari fase gambaran kerja dalam hidup. Menurut Levinson(1978), sekali individu memasuki satu pekerjaan, ia harus membangun identitas pekerjaan yang berbeda dan menempatkan dirinya dalam dunia kerja. Fase penyesuaian diri ini berlangsung selama beberapa tahun.

Disini akan membahas tentang satu dari beberapa perubahan besar yaitu Perempuan dan kerja. Di dalam ini, dibahas tentang beberapa perubahan dramatis pada peran kerja perempuan yang berubah, yaitu: (1) perubahan peran kerja; (2) perempuan dalam angkatan kerja; (3) pernikahan dengan karir ganda.

C. Perkembangan Psikososial

1 Daya tarik cinta dan hubungan dekat

Validasi konsensual memberikan sebuah penjelasan mengapa seorang individu tertarik kepada orang yang meimiliki kesamaan dengannya. Sikap dan perilaku kita didukung ketika sikap dan perilaku orang lain sama engan kita; sikap dan perilaku mereka menguatkan sikap dan perilaku kita. Kita mungkin lebih dapat mengontrol orang lain yang sama dengan kita, yang sikap dan perilakunya dapat kita prediksi. Dan implikasi dari kesamaan adalah kita akan menikmati interaksi dengan orang lain dalam kegiatan yang saling menguntungkan, dimana sebagian besar memerluka pasangan dengan perilaku dan sikap yang sama.

a) Wajah cinta

Cinta mengacu pada perlaku manusia yang sangat luas dan kompleks. Klasifikasi yang umum menggambarkan cinta: (1) altruism; (2) persahabatan; (3) cinta yang romantic atau bergairah; (4) cinta yang penuh perasaan atau persahabatan.

b) Kesepian

Sebagian dari kita adalah individu yang kesepian. Kesepian dikaitkan dengan gender individu, sejarah attachmet, harga diri, dan keterampilan sosial.

2 Perkawinan dan keluarga

a). Siklus kehidupan keluarga

PERKEMBANGAN MASA PERTENGAHAN DAN AKHIR ANAK-ANAK

A. PERKEMBANGAN FISIK

Masa pertengahan dan akhir anak-anak merupakan periode pertumbuhan fisik yang lambat dan relatif seragam sampai mulai terjadi perubahan-perubahan pubertas, kira-kira 2 tahun menjelang anak matang secara seksual. Berikut ini akan dijelaskan beberapa aspek dari pertumbuhan fisik yang terjadi selama periode akhir anak-anak.

  1. Perubahan Tubuh

Periode masa pertengahan dan akhir anak-anak meliputi pertumbuhan yang lambat dan konsisten. Masa ini adalah suatu periode tenang sebelum pertumbuhan yang cepat menjelang masa remaja.

Aspek-aspek penting perubahan tubuh di dalam periode perkembangan adalah:

1) Sistem-sistem Rangka dan Otot

Selama tahun-tahun sekolah dasar, anak-anak bertumbuh rata-rata 5 hingga 7,6 cm setahun, sehingga pada usia 11 tahun, tinggi rata-rata anak perempuan 147 cm dan tinggi rata-rata anak laki-laki 146 cm. berat anak-anak bertambah rata-rata 2,3 hingga 3,2 kg pertahun berat meningkat terutama karena bertambahnya ukuran system rangka dan otot, serta ukuran beberapa organ tubuh. Bertambahnya kekuatan otot karena factor keturunan dan olahraga.

2) Keterampilan Motorik

Selama masa pertengahan dan akhir anak-anak, perkembangan motorik anak menjadi lebih halus dan lebih terkoordinasi daripada pada masa awal anak-anak. Pada usia 10 hingga 12 tahun, anak-anak mulai memperlihatkan keterampilan-keterampilan manipulatif menyerupai kemampuan-kemampuan orang-orang dewasa. Mereka mulai mampu memperlihatkan gerakan-gerakan yang kompleks, rumit, dan cepat yang diperlukan untuk menghasilkan karya kerajinan yang bermutu bagus atau memainkan lagu sulit dengan instrument musik.

  1. Latihan

Beberapa pakar mengemukakan bahwa televisilah yang secara parsial paling disalahkan atas memburuknya kondisi fisik anak-anak. Menurut suatu investigasi, anak-anak yang jarang menonton televisi fisiknya secara signifikan lebih bugar daripada rekan-rekannya yang sering menonton televisi.

Tidak hanya jadwal pendidikan fisik yang kurang memadai, tetapi mayoritas anak-anak tidak berlatih secara giat bahkan ketika mereka mengikuti pendidikan fisik. Lagipula, kebanyakan orang tua anak-anak tidak memperlihatkan contoh latihan fisik yang baik.

  1. Olahraga

Partisipasi di bidang olahraga dapat memberi konsekuensi positif dan negatif bagi anak-anak. Partisipasi anak-anak di bidang olahraga dapat memberi latihan dan kesempatan untuk belajar bersaing, meningkatkan harga diri, dan memperluas pergaulan dan persahabatan teman-teman sebaya. Tetapi olahraga juga dapat memberi hasil-hasil yang negatif bagi anak-anak. Mereka mengalami terlalu banyak tekanan untuk berprestasi dan menang, cedera fisik, harus bolos dari tugas akademis, dan berusaha memenuhi harapan-harapan yang tidak realistis agar bisa menjadi atlit yang sukses.

Orang-orang dewasa seringkali memberi pandangan yang terdistorsi tentang peran olahraga di dalam kehidupan anak, dengan menerangkan kepada anak-anak bahwa olahraga adalah aspek yang paling penting di dalam kehidupannya.

  1. Stess

Stres adalah suatu tanda waktu. Tidak seorangpun benar-benar mengetahui apakah dewasa ini pengalaman anak-anak lebih menegangkan daripada pengalaman para pendahulu mereka. Tetapi, tampak jelas bahwa penyebab stress itu meningkat.

1) Apa itu Stress?

Stress ialah respons individu terhadap keadaan-keadaan dan peristiwa-peristiwa (disebut “stressor”) yang mengancam individu dan mengurangi kemampuan individu dalam mengatasi segala bentuk stressor.

2) Faktor-faktor Kognitif

Pandangan ini telah disajikan secara lebih jelas oleh peneliti stress Richard Lazarus. Penilaian kognitif (cognitive appraisal) adalah istilah Lazarus yang menjelaskan interpretasi anak-anak terhadap peristiwa-peristiwa yang terjadi di dalam kehidupan mereka sebagai sesuatu yang mengganggu, mengancam, atau menantang, dan determinasi mereka tentang apakah mereka memiliki sarana dan kemampuan untuk menghadapi peristiwa-peristiwa itu secara efektif.

Menurut Lazarus, anak-anak menilai peristiwa-peristiwa dengan dua langkah:

· Penilaian Primer (primary appraisal), anak-anak menginterpretasikan apakah suatu peristiwa itu mengandug kerugian atau kegagalan yang sudah terjadi, suatu ancaman akan suatu kemungkinan bahaya di masa depan, atau suatu tantangan yang harus dihadapi. Kerugian adalah penilaian anak akan kerugian peristiwa yang sudah terjadi. Ancaman ialah penilaian anak akan potensi kerugian masa depan yang disebabkan oleh suatu peristiwa. Tantangan ialah penilaian anak akan peluang untuk mengatasi keadaan-keadaan suatu peristiwa dengan berindak sebaliknya dan pada akhirnya memperoleh keuntungan dari peristiwa itu.

· Secondary Appraisal, anak-anak mengevaluasi sarana dan kemampuan mereka dan menentukan seberapa efektif mereka dapat menghadapi peristiwa itu.

3) Peristiwa-peristiwa Kehidupan dan Percekcokan Sehari-hari

Baru-baru ini para psikolog menekankan bahwa pengalaman kehidupan sehari-hari dan juga peristiwa-peristiwa utama kehidupan dapat menjadi factor-faktor penyebab stress. Tekanan kehidupan keluarga dan kehidupan di dalam kemiskinan yang telah berlangsung lama bukanlah skala peristiwa-peristiwa utama kehidupan pada perkembangan anak-anak, tetapi tekanan yang dialami anak-anak setiap hari dari kondisi-kondisi kehidupan ini dapat menambah tegangnya kehidupan dan pada akhirnya mengakibatkan gangguan atau penyakit kejiwaan (Compas, 1989; Creasy, dkk, 1993; Folkman & Lazarus, 1991).

4) Faktor-faktor Sosial Budaya

Faktor sosial budaya yang terlibat di dalam stress di antaranya adalah:

· Stres Akulturasi

Akulturasi (acculturation) ialah perubahan kebudayaan akibat dari kontak langsung dan terus menerus antara dua kelompok budaya yang berbeda. Stress akulturasi ialah akibat negative dari akulturasi.

· Stres Sosial Ekonomi

Kemiskinan menyebabkan stress yang luar biasa pada anak-anak dan keluarganya (Aber,1993; Belle, 1990; Huston, McLoyd & Coll, dalam proses cetak; McLoyd, 1993; Starwn, 1992). Kondisi-kondisi kehidupan yang kronis seperti perumahan yang buruk, kawasan perumahan yang berbahaya dan masalah ekonomi adalah penyebab stress utama di dalam kehidupan orang-orang miskin.

5) Perisai Pelindung

Emmy Werner dan Ruth Smith (1982) menemukan bahwa anak-anak memperoleh keuntungan yang besar dengan adanya jaringan dukungan kakek/nenek, tetangga, atau saudara-saudara. Banyak contoh menunjukkan bahwa anak-anak yang secara efektif menghadapi stress, ancaman, dan bahaya kesehatan dan kesejahteraan, memiliki beberapa pelindung. Tetapi bila si anak dipaksakan memilih satu factor pelindung yang paling penting dalam menolong anak-anak menyelesaikan masalahnya, menurur Werner adalah relasi dasar terpercaya dengan seorang dewasa. Faktor-faktor perlindungan semacam itu di dalam kehidupan anak-anak berfungsi dengan baik bila perlindungan itu terus berlangsung.

  1. Anak Cacat

Public Law adalah amanat pemerintah federal Amerika Serikat kepada semua Negara bagian untuk mengadakan suatu pendidikan gratis dan sesuai bagi semua anak-anak. Undang-undang ini juga disebut “Undang-undang Pendidikan Bagi Semua Anak Cacat (Education for all Handicapped Children Act)”, disahkan oleh Kongres pada tahun 1975. Pembaruan (mainstreaming) terjadi ketika anak-anak cacat mengikuti pelajaran-pelajaran sekolah umum/regular bersama-sama dengan anak-anak yang tidak cacat. Dengan cara ini anak-anak cacat memasuki mainstreaming pendidikan di sekolah dan tidak terpisah dari murid-murid yang tidak cacat.

Tidak ada perbaikan-perbaikan yang cepat bagi pendidikan anak-anak cacat (Ysseldyke, Algozzine, & Thurlow, 1992). Kemajuan telah dicapai pada tahun-tahun terakhir ini untuk memberi dukungan yang sportif bagi anak-anak cacat, tetapi peningkatan upaya harus dicurahkan bagi pengembangan keterampilan-keterampilan anak-anak cacat (Hynd & Obrzut, 1986). Anak-anak cacat memiliki suatu kemauan yang kuat untuk bertahan hidup, bertumbuh, dan belajar. Mereka berhak memperoleh upaya-upaya didikan terbaik kita (Wood, 1988).

  1. Gangguan Belajar

Anak-anak yang mengalami gangguan belajar (learning disabilities) adalah yang:

1) Tingkat kecerdasannya normal atau di atas normal

2) Memiliki kesulitan-kesulitan di dalam beberapa bidang akademis, tetapi biasanya tidak memperlihatkan kekurangan-kekurangan di bidang lain.

3) Tidak menderita beberapa kondisi atau kelainan lain yang dapat menjelaskan masalah-masalah belajar mereka. (Reid, 198)

  1. Attention-Deficit Hyperactivity Disorder (Hiperaktif)

Ciri kelainan ini berupa suatu rentang perhatian yang pendek, perhatian mudah beralih, dan tingkat kegiatan fisik yang tinggi (Barkeley, 1989; Berman, 1992; O’Connor, Crowll, & Sprafkin, 1993). Singkatnya, anak-anak ini tidak menaruh perhatian dan memiliki kesulitan memusatkan perhatian pada apa yang sedang dilakukannya.

B. PERKEMBANGAN KOGNITIF

  1. Teori Pemikiran Operasional Piaget

Menurut Piaget (1967), pemikiran anak prasekolah adalah praoperasional. Pemikiran praoperasional meliputi pembantukan konsep-konsep yang tetap, penalaran mental, penonjolan sikap egosentrisme, dan pembentukan system-sistem keyakinan gaib.

Pemikiran operasional konkret, menurut Piaget terdiri dari operasi-operasi tindakan-tindakan mental yang memungkinkan anak melakukan secara mental apa yang telah dilakukan sebelumnya secara fisik. Operasi-operasi konkret adalah juga tindakan-tindakan mental yang bertentangan.

  1. Kontribusi dan Kritik

1) Kontribusi

Piaget adalah seorang jenius dalam mengobservasi anak-anak, kehebatan observasinya menunjukkan kepada kita cara-cara yang berdaya cipta untuk melihat bagaimana anak-anak dan bahkan bayi-bayi, bertindak dan menyesuaikan diri dengan dunia mereka. Piaget memperlihatkan kepada kita beberapa hal penting untuk dipertimbangkan di dalam perkembangan kognitif anak-anak, meliputi peralihan dari pemikiran praoperasional ke pemikiran operasional. Ia juga memperlihatkan bahwa kita membuat pengalaman-pengalaman yang sesuai dengan kerangka kognitif kita, tetapi secara serentak menyesuaikan orientasi kognitif kita dengan pengalaman. Piaget juga memperlihatkan perubahan kognitif anak-anak akan terjadi bila situasi-situasi mereka dirancang untuk memungkinkan gerakan berangsur-angsur ke tingkat berikutnya yang lebih tinggi (Beilin, 1992).

2) Kritik

Beberapa kemampuan kognitif muncul lebih awal dari yang diperkirakan Piaget. Kebanyakan ahli perkembangan kontemporer sepakat bahwa perkembangan kognitif anak-anak tidak sebesar tahap seperti pemikiran Piaget. Neo-Piagetians ialah para ahli perkembangan yang mengelaborasikan teori Piaget, yang yakin bahwa dalam banyak aspek perkembangan kognitif anak-anak lebih spesifik daripada yang diperkirakan Piaget (Case, 1987, 1992, 1993; Pascual-Leone, 1987). Kebudayaan dan pendidikan memberi pengaruh-pengaruh yang lebih kuat pada perkembangan anak-anak daripada yang diyakini oleh Piaget.

  1. Pemrosesan Informasi

Meskipun selama periode pertengahan dan periode akhir anak-anak ini tidak terjadi peningkatan yang berarti dalam memori jangka panjang, malah menunjukkan keterbatasan-keterbatasan, namun selama periode ini mereka berusaha mengurangi keterbatasan-keterbatasan tersebut dengan menggunakan apa yang disebut dengan strategi memori (memory strategy), yaitu perilaku yang disengaja digunakan untuk meningkatkan memori.

Matlin (1994) menyebutkan empat macam strategi memori yang penting, yaitu:

· Rehearsal (pengulangan) adalah salah satu strategi meningkatkan memori dengan cara mengulangi berkali-kali informasi setelah informasi tersebut disajikan.

· Organization (organisasi), seperti pengkategorian dan pengelompokan, merupakan strategi memori yang sering digunakan oleh orang dewasa.

· Imagery (perbandingan) adalah tipe dari karakteristik pembayangan dari seseorang (Chaplin, 2002).

· Retrieval (pemunculan kembali) adalah proses mengeluarkan atau mengangkat informasi dari tempat penyimpanan (Chaplin, 2002).

  1. Intelegensi

Adalah kemampuan verbal, keterampilan-keterampilan pemecahan masalah, dan kemampuan untuk belajar dari dan menyesuaikan diri dengan pengalaman hidup sehari-hari.

Intelegensi yang dirumuskan oleh para ahli, secara umum dapat dimasukkan ke dalam salah satu dari tiga klasifikasi berikut:

1) Kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungan, beradaptasi dengan situasi-situasi baru atau menghadapi situasi-situasi yang sangat beragam.

2) Kemampuan untuk belajar atau kapasitas untuk menerima pendidikan.

3) Kemampuan untuk berpikir secara abstrak, menggunakan konsep-konsep abstrak dan menggunakan secara luas symbol-simbol dan konsep-konsep (Phares, 1988).

  1. Kreativitas

Ialah kemampuan untuk memikirkan sesuatu dengan cara-cara yang baru dan tidak biasa dan melahirkan suatu solusi yang unik terhadap masalah-masalah. Definisi sederhana kreativitas adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru. Wujudnya adalah tindakan manusia.

Utami Munandar (1977) melalui penelitiannya di Indonesia, menyebutkan ciri-ciri kepribadian kreatif yang diharapkan oleh bangsa Indonesia, yaitu:

1) Mempunyai daya imajinasi yang kuat

2) Mempunyai inisiatif

3) Mempunyai minat yang luas

4) Mempunyai kebebasan dalam berpikir

5) Bersifat ingin tahu

6) Selalu ingin mendapatkan pengalaman-pengalaman baru

7) Mempunyai kepercayaan diri yang kuat

8) Penuh semangat

9) Berani mengambil resiko

10) Berani mengemukakan pendapat dan memiliki keyakinan (Munandar, 1999).

  1. Pemikiran Kritis

Pemikiran kritis adalah pemahaman atau refleksi terhadap permasalahan secara mendalam, mempertahankan pikiran agar tetap terbuka bagi berbagai pendekatan dan perspektif yang berbeda, tidak mempercayai begitu saja informasi-informasi yang datang dari berbagai sumber (lisan atau tulisan), dan berpikir secara reflektif dan evaluatif.

Seorang pakar psikologi kognitif, Robert J. Sternber memberikan beberapa usulan untuk mengembangkan pemikiran kritis anak, yaitu:

1) Mengajarkan anak menggunakan proses-proses berpikir yang benar

2) Mengembangkan strategi-strategi pemecahan masalah

3) Meningkatkan gambaran mental mereka

4) Memperluas landasan pengetahuan mereka

5) Memotivasi anak untuk menggunakan keterampilan-keterampilan berpikir yang baru saja dipelajari.

Untuk berpikir secara kritis , anak-anak harus mengambil peran yang aktif di dalam belajar. Ini berarti bahwa anak-anak perlu mengembangkan berbagai proses-proses berpikir yang aktif, seperti di bawah ini:

1) Mendengarkan secara seksama

2) Mengidentifikasi atau merumuskan pertanyaan-pertanyaan

3) Mengorganisasikan pemikiran-pemikiran mereka

4) Memperhatikan persamaan-persamaan dan perbedaan-perbedaan.

5) Melakukan deduksi (penalaran dari umum ke spesifik)

6) Membedakan antara kesimpulan-kesimpulan yang secara logika valid dan tidak valid.

  1. Kecerdasan Emosional

Daniel Golaman mengklasifikasikan kecerdasan emosional atas lima komponen penting, yaitu:

1) Mengenali Emosi Diri

Yaitu mengetahui apa yang dirasakan seseorang pada suatu saat dan menggunakannya untuk memandu pengambilan keputusan diri sendiri, memiliki tolok ukur yang realistis atas kemampuan diri dan kepercayaan diri yang kuat.

2) Mengelola emosi

Yaitu menangani emosi sendiri agar berdampak positif bagi pelaksanaan tugas, peka terhadap kata hati dan sanggup menunda kenikmatan sebelum tercapainya satu tujuan, serta mampu menetralisir tekanan emosi.

3) Motivasi Diri

Yaitu menggunakan hasrat yang paling dalam untuk menggerakkan dan menuntun manusi menuju sasaran, membantu mengambil inisiatif dan bertindak sangat efektif serta bertahan menghadapi kegagalan dan frustasi.

4) Mengenali Emosi Orang Lain

Yaitu kemampuan untuk merasakan apa yang dirasakan orang lain, mampu memahami perspektif mereka, menumbuhkan hubungan saling percaya dan menyelaraskan diri dengan orang banyak atau masyarakat.

5) Membina Hubungan

Yaitu kemampuan mengendalikan dan menangani emosi dengan baik ketika berhubungan dengan orang lain, cermat membaca situasi dan jaringan social, berinteraksi dengan lancer, memahami dan bertindak bijaksana dalam hubungan antar manusia.

  1. Kecerdasan Spiritual

Zohar dan Marshall menjelaskan bahwa SQ adalah landasan yang diperlukan untuk memfungsikan IQ dan EQ secara efektif. Beberapa ungkapan Zohar dan Marshall sendiri, diantaranya:

1) SQ adalah kecerdasan untuk menghadapi dan memecahkan masalah makna dan nilai.

2) SQ adalah kecerdasan untuk menempatkan perilaku dan hidup manusia dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya.

3) SQ adalah kecerdasan untuk menilai bahwa tindakan atau jalan hidup seseorang lebih bermakna dibandingkan dengan yang lain.

4) SQ adalah kecerdasan yang tidak hanya untuk mengetahui nilai-nilai yang ada, tetapi juga untuk secara kreatif menemukan nilai-nilai baru.

  1. Bahasa

Selama masa akhir anak-anak, perkembangan bahasa terus berlanjut. Perbendaharaan kosa kata anak meningkat dan cara anak-anak menggunakan kata dan kalimat bertambah kompleks serta lebih menyerupai bahasa orang dewasa. Dari berbagai pelajaran yang diberikan di sekolah, bacaan, pembicaraan dengan anak-anak lain, serta melalui radio dan televise, anak-anak menambah perbendaharaan kosa kata yang ia pergunakan dalam percakapan dan tulisan.

  1. Prestasi

Minat awal yang dirangsang oleh gagasan-gagasan McClelland, berfokus pada kebutuhan akan prestasi. Gagasan-gagasan kontemporer meliputi perbedaan antara motivasi intrinsic dan ekstrinsik, orientasi kemampuan versus orientasi tidak berdaya, juga suatu keprihatinan akan motivasi prestasi anak-anak kelompok-kelompok minoritas etnis.

C. PERKEMBANGAN PSIKOLSOSIAL

  1. Persepsi Anak Tentang Moral

Anak-anak sekolah dasar sungguh mengerti ketidakadilan dan seringkali mempunyai solusi-solusi yang menarik terhadap berbagai masalah. Secara keseluruhan, tipe-tipe peraturan yang diyakini oleh anak-anak harus dipatuhi masyarakat adalah sangat bijaksana, hamper semuanya mencakup perlunya berbagi sumber-sumber dan pekerjaan secara adil serta larangan-larangan terhadap agresi.

  1. Keluarga

Ketika anak memasuki masa pertengahan dan akhir anak-anak, para orang tua hanya memberi sedikit waktunya untuk mereka. Meskipun terjadinya pengurangan pengawasan dari orang tua terhadap anaknya selama masa pertengahan dan akhir anak-anak ini, bukan berarti orang tua sama sekali melepaskan mereka. Sebaliknya, orang tua masih terus memonitor usaha-usaha yang dilakukan anak dalam memelihara diri mereka, sekalipun secara tidak langsung.

  1. Relasi Dengan Teman Sebaya

Selama masa pertengahan dan akhir anak-anak, anak-anak meluangkan banyak waktunya dalam berinteraksi dengan teman sebaya.

1) Pembentukan Kelompok

Interaksi dengan teman sebaya dari kebanyakan anak pada periode ini terjadi dalam grup atau kelompok, sehingga periode ini sering disebut “usia kelompok”. Pada masa ini, anak tidak lagi puas bermain sendirian di rumah, atau melakukan kegiatan-kegiatan dengan anggota keluarga. Hal ini adalah karena anak memiliki keinginan yang kuat untuk diterima sebagai anggota kelompok, serta merasa tidak puas bila tidak bersama teman-temannya.

2) Popularitas, Penerimaan Sosial dan Penolakan

Para peneliti membedakan anak-anak atas dua, yaitu:

· Anak yang Populer

Hartup (1983) mencatat bahwa anak yang populer adalah anak yang ramah, suka bergaul, bersahabat, sangat peka secara social, dan sangat mudah bekerja sama denga orang lain.

· Anak yang Tidak Populer

Dibedakan atas dua tipe, yaitu: Pertama, anak-anak yang ditolak (rejected children) adalah anak-anak yang tidak disukai oleh teman-teman sebaya mereka, mereka cenderung lebih bersifat mengganggu dan agresif dibandingkan anak-anak yang diabaikan. Kedua, anak-anak yang diabaikan (neglected children) adalah anak yang menerima sedikit perhatian dari teman-temannya, tetapi bukan berarti mereka tidak disenangi oleh teman-teman sebayanya.

  1. Sekolah

Di samping keluarga dan teman sebaya, sekolah juga mempunyai pengaruh yang sangat penting bagi perkembangan selama masa pertengahan dan akhir anak-anak. Menurut Seifert dan Hoffnung (1994), sekolah mempengaruhi perkembangan anak melalui dua kurikulum, yaitu :

1) Academic Curriculum, meliputi sejumlah kewajiban yang diharapkan dikuasai oleh anak.

2) Hidden Curriculum, meliputi sejumlah norma, harapan, dan penghargaan yang implicit untuk dipikirkan dan dilaksanakan dengan cara-cara tertentu yang disampaikan melalui hubungan social sekolah dan otoritas.

  1. Pemahaman Diri

Menurut Seifert dan Hoffnung (1994), pemahaman diri sering juga disebut konsep diri, yaitu suatu pemahaman mengenai diri atau ide tentang diri sendiri.

Atwater (1987), mengidentifikasi konsep diri atas tiga bentuk:

1) Body image, kesadaran tentang tubuhnya, yaitu bagaimana seseorang melihat dirinya sendiri.

2) Ideal self, yaitu bagaimana cita-cita dan harapan-harapan seseorang mengenai dirinya.

3) Social self, yaitu bagaimana orang lain melihat dirinya.

Pada usia sekolah dasar, pemahaman diri atau konsep diri mengalami perubahan yang sangat pesat. Menurut Santrock (1995), perubahan ini dapat dilihat sekurang-kurangnya dari tiga karakteristik pemahaman diiri, yaitu:

1) Karakteristik internal

2) Karakteristik aspek-aspek sosial

3) Karakteristik perbandingan social

  1. Gender

Gender adalah suatu aspek identitas individu yang sangat penting. Topic-topik yang berkaitan dengan gender ialah stereotip, persamaan dan perbedaan gender, klasifikasi gender, serta gender dan etnisitas. Stereotip peran Gender adalah kategori-kategori luas yang mencerminkan kesan-kesan dan kepercayaan kita tentang perempuan dan laki-laki.

  1. Perkembangan Moral

Menurut Piaget, anak-anak yang lebih tua yang memperhitungkan maksud-maksud individu percaya bahwa aturan dapat berubah, dan sadar bahwa hukuman tidak selalu menyertai suatu perbuatan yang salah.

Perspektif kognitif penting kedua dalam perkembangan moral dikemukakan oleh Lawrence Kohlberg. Kohlberg menekankan bahwa perkembangan moral didasarkan terutama pada penalaran moral dan berkembang secara bertahap.